Sumpah Pemuda, BEM FKIP dan UKM Jurnalistik Ingatkan Peran Pemuda

UMK – “Beri aku sepuluh pemuda maka akan aku buat boyband”. Kalimat itu muncul dari salah seorang peserta, Yulian Atmaja, pada sesi tanya-jawab dalam Diskusi memperingati Sumpah Pemuda bertajuk “Profesionalitas Pemuda dalam Membangun Martabat Bangsa” yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) kerjasama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik pada Minggu (28/10) di Aula Masjid Darul ‘Ilmi UMK.
Kalimat bernada sinis di atas menyiratkan pesan ironis pemuda Indonesia sekarang. Pasalnya, kalimat di atas merupakan adopsi dari pernyataan Prokalamator Bangsa, namun disesuaikan dengan kondisi pemuda terkini yang mengidolakan artis-artis hiburan. Ya, dahulu untuk menggambarkan peran penting pemuda bagi bangsa Indonesia, Soekarno pernah berujar “... Beri aku sepuluh pemuda, maka akan aku goncang dunia”.
Dalam diskusi memperingati deklarasi kesatuan pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 silam tersebut penyelenggara menghadirkan dua narasumber, Dr. Murtono (dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UMK) dan Edi Supratno (Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus). Sebanyak 40 orang dari berbagai institusi menghadiri diskusi ini. Selain dari unsur perwakilan BEM dan UKM di UMK, juga terdapat peserta dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) serta dari lembaga-lembaga lain. Selengkapnya: Sumpah Pemuda, BEM FKIP dan UKM Jurnalistik Ingatkan Peran Pemuda

Lewat LKMM, BEM FP Ubah Paradigma Mahasiswa Baru

UMK – Dunia kampus memiliki tuntutan berbeda dengan sekolah. Jika sebelumnya seseorang biasa mendapat arahan dan bimbingan, maka perguruan tinggi menuntut kemandirian seorang mahasiswa.
Mengubah paradigma berpikir mahasiswa inilah yang ditekankan Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian dalam menggelar Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) pada Sabtu-Minggu (29-21/10) di Ruang 2 B Gedung Djarum Foundation.
Orientasi dan adaptasi bukanlah hal yang mudah dilalui oleh setiap mahasiswa baru. Tidak jarang mereka dirundung rasa minder ataupun pesimis. "Semester awal merupakan transit seorang mahasiswa dari masa SMA (sekolah menengah atas) ke perguruan tinggi. Mindset seseorang yang terbiasa dipimpin dan dibimbing tentu masih lekat. Kami ingin mulai menanamkan pola pikir seorang pemimpin kepada mereka," tutur Sekretaris Jenderal BEM FP UMK, Sutamto.
Menurutnya, mengambil keputusan yang baik adalah kunci menjadi seorang pemimpin. Keputusan tentu tidak dapat serta merta diambil. “Sejak masih berstatus mahasiswa inilah, masa depan seorang mahasiswa ditentukan melalui keputusan-keputusan yang diambil,” ujarnya.

Selengkapnya: Lewat LKMM, BEM FP Ubah Paradigma Mahasiswa Baru

Halaman 123 dari 201

Kami memiliki 6 tamu online

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum
Manajemen

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Blog Staff
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Alumni SI
Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top