Artikel

Hijaber Ramaikan Auditorium UMK

UMK – Para hijaber hadir di Universitas Muria Kudus (UMK). Acaranya bertajuk Lomba Hijaber dan Audisi Model diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) dalam rangkaian kegiatan Islamic Fair (Pameran Islami) medio bulan Juni lalu. Tidak hanya lomba hijaber dan audisi model, di Islamic Fair juga ada kegiatan bedah kitab Qurrotul ‘Uyun, pengajian, lomba karaoke Islami dan Festival Rebana.

Subiyanto selaku ketua panitia Islamic Fair menjelaskan bahwa diadakannya lomba hijaber dan audisi model karena melihat kebiasaan wanita sekarang ini yang senang berpakaian modis dan fashionable. Berdasarkan kenyataan tersebut, dia bersama pengurus BEM FKIP berinisiatif membuat acara lomba yang digemari para wanita, khususnya para muslimah. Jadi mereka pun bisa tampak modis tanpa mengesampingkan hijab yang dikenakan. “Wanita muslimah pun bisa terlihat fashionable,” ungkapnya.

Acara hijaber yang bekerjasama dengan Hanim’s Production diawali dengan penampilan para kontestan di atas panggung untuk sesi penilaian dari juri. Sebanyak 30 kontestan menampilkan gaya berbusana serta model hijab berbeda-beda. Setelah itu, dilanjutkan dengan penampilan para model dari Hanim’s Production dan diberikannya tutorial hijab yang meminta penonton untuk menjadi modelnya. Dua model kerudung untuk berkegiatan sehari-hari ditampilkan dalam tutorial.

Hadirnya lomba hijaber memberi warna tersendiri bagi mahasiswi UMK. Menurut penuturan ketua hijaber, Susanti, kegiatan ini baru pertama kali diadakan di UMK. Mahasiswi Fakultas Teknik semester empat ini juga menambahkan bahwa semua kontestan terlihat antusias dan penuh percaya diri.

“Mereka mampu memadupadankan apa yang dipakai. tidak hanya hijab saja, namun kesesuaian tata rias serta gaya berpakaian juga saling mendukung. Semua kontestan bisa melakukannya,” ujar Santi.

Selain itu, Farichah Hanim, selaku pemiliki Hanim’s Production pun merasa senang dapat hadir di UMK. Dia menuturkan semua kontestan terlihat cantik, anggun dan kreatif.

“Gak cuma wanita seksi saja yang berpakaian modis, muslimah pun bisa melakukannya dengan tidak meninggalkan syarat sesuai syariat Islam,” tambah Hanim.

Bersamaan dengan lomba hijaber, Hanim sekaligus melakukan audisi untuk model Hanim’s Production berikutnya. Tiga pemenang lomba Hijaber ini akan mendapatkan gratis modeling class yang nantinya juga akan berkesempatan menjadi model Hanim’s Production.

“Sampai sekarang kami sudah dua tahun berdiri, sudah sebelas model tetap yang bergabung dengan Hanim’s Prodcution,” ujar Hanim.

Dia berharap muslimah di Kudus dapat berhijab sesuai syariat Islam dengan berpakaian modis namun tidak melenceng dari ajaran Islam. Selain itu bagi yang memiliki talent atau bakat untuk bergabung di Hanim’s Production sehingga bakatnya dapat tersalurkan.(Dian-Portal)

Kami memiliki 2 tamu online

Fakultas

Ekonomi
Hukum
FKIP
Pertanian
Teknik
Psikologi

Pascasarjana

Ilmu Hukum
Manajemen

Fasilitas

Webmail
Portal Akademik
Repository UMK
Perpustakaan
E-learning
Blog Staff
Jurnal
Jurnal Internasional
Portal Ketrampilan Wajib
Pengabdian Masyarakat

Pusat Studi

Pusat Studi Kawasan Muria
Pusat Studi Kretek Indonesia

Pusat Studi Wanita/Gender
Pusat Studi Lingkungan
Pusat Studi Pemerintah Daerah
Pusat Studi Saint,Teknologi dan HAKI

Kemahasiswaan

Alumni SI
Pena Kampus
KSR PMI
Menwa Gondho Wingit

Scan this QR Code!
Go to top